Ketika Hewan Kurban tak Seramai “Kuda Besi” di Garasi

Idul Adha 1438 H tahun ini menjadi renungan penulis, sekalian menggelitik hati dan pikiran untuk mencurahkan sebuah kiasan yang unik. Yang terjadi disekitar masyarakat kita sendiri secara langsung.

Hari ini puncak bagi para jamaah haji melakukan wukuf di padang Arafah. 9 Dzulhijah 1438 H bertepatan dengan 11 September 2016. Dan ini merupakan kebesaran dari prosesi haji. Wukuf adalah rukun haji yang hakikatnya padang mahsyar, dimana umat manusia dikumpulkan untuk mempertanggunjawabkan semua amala perbuatannya selama di dunia.

Jutaan umat muslim dari berbagai belahan benua di dunia ini melaksanakan wukuf. Mereka membaur satu sama lainnya. Menanggalkan semua atribut keduniawiannya.

Begitupun juga antusias di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas Islam. Dalam menyambut hari raya Idul Adha. Kita lihat di tiap-tiap masjid/mushola telah melakukan persiapan untuk melangsungkan agenda sholat hari raya dan pemotongan hewan kurban.

Hewan Kurban

Namun marih kita lihat jumlah hewan kurban yang sudah disiapkan untuk dipotong. Hewan kurban tersebut sepi tak seramai mereka (hewan) pada saat digembala atau di perternakannya.
Kita masyarakat mayoritas Muslim, Kita Islam, Kita Sholat.

Tiap sholat kita selalu membaca :

“Innasholati wanusuki wamahyaya wamamati Lillahirabbil alamin.."

"Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidupku, dan Matiku hanya untuk ALLAH!
Tuhan semesta alam"


Apa kita sudah yakin menjalankan bacaan tersebut?

Apakah kita berani dan mau jika semua harta/kenikmatan dunia yang ada saat ini kita serahkan kepada Allah SWT? Apakah kita mau kehilangan dunia demi Allah?

Jika hal ini kita yakini dan kita Imani sepenuhnya. Mungkin hewan kurban yang saat ini ada di masjid/mushola tidak merasa kesepian. Mungkin banyak temannya (hewan kurban) yang ikut andil dan siap diserahkan kepada sang pencipta-Nya.

Jumlah hewan kurban ini tak sebanding dengan “Kuda Besi” yang ada pada garasi-garasi dan parkiran Mall. Cobalah kita lihat disekitar kita. Berapa banyak “Kuda Besi” ini yang terparkir dengan rapih, mulus, bersih dan terjamin keamananya.

Ini pertanda apa bagi kita?

Mungkin inilah bukti bahwa kemunafikan kita. Bukti akan kecintaan kita akan duniawi.

Tidak relah jika sebagian dari harta kita untuk diberikan kepada mereka yang berhak merasakannya. Diluar sana masih banyak orang-orang yang sangat jarang merasakan lezatnya daging. Masih banyak yang membutuhkan pertolongan dari kita. Sedekah kita meringankan mereka. Terlebih saat ini saatnya kita berkurban dan berkorban untuk kepentingan akhirat kita kelak.

Melalui tulisan ini, marih kita ramaikan hewan kurban itu. Jangan biarkan mereka (hewan) "kesepian".
Privacy Disclaimer Sitemap

© 2016 Travel Resmi Supported by: Blogger